Sekilas dilihat Supra dari tanah celurit-Bangkalan ini merupakan konsep yang sama dengan “The King of Extreme HOCS 2010” milik Vivi-Gladiator dari Pekanbaru. Rio Dissy anak kelas XI-IPA 1 yang saat ini masih duduk di bangku SMA Negeri 2 Bangkalan  ini sang owner mendesain motor konsep semirip pemenang tahun lalu. “Pengen berprestasi diajan otokontes, jadi dibuat Like The Champion,” seru pria yang tinggal di Jl. Raya Ketengan-Burneh Bangkalan ini. Kebetulan juga doi mengibarkan bendera rumah modifikator Fiber Art 32 untuk lebih eksis dikancah modifikasi.

Sayang di gelaran HOCS Surabaya pekan lalu, motor keren ini belum mendapatkan tiket Wild Card. Mungkin bisa dicoba di next kota sekaligus kota terakhir untuk Jatim yakni di kota Malang akhir bulan September.

SINGLE HUB STEERING

Konsep yang diusung oleh Rio ini gabungan dari Vyrus dan Dodge Tomahawk, sistem Single Hub Steering pada bagian depan sebagai ciri khasnya. Sistem Monoarm Custom yang di desain khusus oleh Fiber Att 32 ini jadi nilai tambah lebih. Single Arm yang ditopang satu sok dan digerakkan ala Steering Dumper yang dihubungkan Link Stabilizer para kemudu stang. Wheel Stering tersebut mampu untuk menggerakkan pelek diameter  14 dari DID berbalut IRC 90/80×14.

MESIN GADUNGAN

Jika dilihat dari kejauhan, Supra ini membopong mesin Sport bukan Cub. Ini keahlian dari Fiber Art 32 untuk manipulasi, mesin 100 ditutup oleh adonan Resin-Katalis. Rio membuat kondom mesin, jika biasa kondom tangki tapi ini khusus mesin. Plagiat dari mesin sport bersilinder tunggal dan komplit calter kanan-kiri berlogo Honda. Alternatid teknik transeksual untuk merubah bebek jadi sport garang.

PELEK EVO RING 14

Coba pelototi pelek milik Rio, model Evo Ring 14 jarang ada. Tapi jangan ketipu, ini hanya pelek almu DID dan Ride It bertapak 350×14. Doi cukup lihai memperdaya orang yang melihat moniktornya, pelek almu tersebut ditutup oleh lempengan Resin-Katalis. Desain wheel dop jadi trend unik untuk menutupi jeruji aslinya, tinggal semprot warna hijau oplosan Suzuka dan Nippe untuk mendapatkan kesan kamuflasenya.

TRANSBODI MINORFIGHTER

Maraknya minorfighter yang beredar di modif lover, jadi inspirasi tersendiri oleh Rio untuk membentuk bodi Supranya. Doi rela untuk memotong sub frame untuk mendapatkan jok single seater minor fighter. Begitu juga saat membentuk tangkinya, pada bagian backbone, ditanamkan pipa untuk menyanggah tangki handmade. Sedikit bermain transbodi, lampu utama diaplikasi milik Grand berdesain futuristik dan dikombosein Supra. Tinggal di semprot warna hijau metalik dari Suzuka, motif tribal en fire flame dituangkan jadi satu, baru diguyur Clear Cartoon.

Inilah rangka awal dari “Mini King of HOCS 2010”